Saturday, August 1, 2009

Gunung Jabal Magnet

Jabal Magnit Mountain
Gunung Jabal Magnet

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam city, Almunawarah Medina (24 ° 28 '8:21 "N 39 ° 36' 24.58" E), surrounded by mountain or rocky mountain. East area covered mountain stone black stones that burn like the sun, Western, northern and southern visible stone reddish color.
Limit to the southern city of Medina is a mountain Ayr is the highest mountain after mountain Uhud. Literature in the history of Medina, sheer mountain known history of these mountain Uhud, mountain and mountain tsur Ayr. One of the mountainous area outside the Medina city about 30 km from the city of Medina is bordered by the city Tabuk, the tour has a value that should be visited congregation.

The local people call Mantheqa Baidha, which means white settlement.
many people named this mountain Magnet despite not exist in the literature, but the mountain magnets and save a click amazed mystery to anyone who came to this area. Push power and appeal in various magnit hill on the left and right along the road to make a go with the vehicle speed 120 km per hour, when entering this area of land around slowly 5 kilo meters speedometer slowly down and dental perseneling must over up to second perseneling , but otherwise leave the area if this car without tread gas pedal race at speeds of up to 120 km perjam.

Perhaps the story, the mountain magnets have found the aircraft flying low sudden speed or the speed decreases when the drift over the mountain region magnets.

The road from Medina to the mountain area of magnet can be approximately 30 minutes from Medina and the play area and the vehicle back to the city of Medina because the area is a dead-end or destination end .***( din)

This is a proof of God's greatness. Allegedly because of the influence of basic rocks in the Medina. Left as a mystery to invite tourists.

Not all mountain (mountain stone) in Saudi Arabia are given name. Only the historical places are given a name. For example, mountain Uhud, Nur mountain, and mountain Tsur. Places that are included in the calendar Hajj pilgrimage congregation Indonesia. However, for the congregation, mountain Magnet no less important to visit as an effort to see the evidence of God's greatness.

In accordance with the name , in a place that is a natural phenomenon rarely found elsewhere. That is, the occurrence of magnetic anomalies and the influence of gravity distracted.

Not only that. When arriving at the end of the road in the form of stone arid region, as seen mostly in Saudi Arabia. A compass needle to be not working properly. The north-south so garbled. In addition, some visitors claim to lose the data on their handphone.

From the information obtained, the phenomenon is found accidentally by an Arab Baduy. While driving there, the Baduy have the wish to dispose of urine. When peeing, suddenly the car is running own. The longer the fast too. In fact, the car engine in a state of death, and even on the road.

Since then, many other people who came to prove the story Baduy. Consequently, the place evolved into a tourist area of Medina. During Hajj, many of the Hajj congregation come to there. Arab ago the government built roads for the location. In the area of the green because many palm trees that grow, are also equipped with other means of travel. There are tents for the visitors, there is a mini car that can be rented to feel that tug magnetic fields.

Observer Ma'rufin write geology, geological phenomena in mountain Magnet can be explained, because the city of Medina and the surrounding stand on the Arabian Shield older (an age of 700-million years old). The area was a sediment basaltic alkali lava (basalt theolitic) area of 180,000 square kilometers a young age (10 million years old appears set with the peak intensity of 2 million years ago). Lava of basaltic that appear from Earth to the surface depth of an 40-kilometer through the zone along the 600 kilometer cracked known as Makkah-Madinah-Nufud volcanic line.

Many volcanoes form along the zone cracked it. Such as Harrah Rahat, Harrah Ithnayn, Harrah Uwayrid and Harrah Khaybar. Unlike in the mountains so that the conical give exotic scenery, the mountains in the Arab-shaped with a broad peak lower. Complex of this kind is appropriate or harrah volcanic field in the Arabic language.

Harrah Rahat formation is most interesting. With length 310 km away north from Medina to Jeddah and to close the at least 2000 cubic kilometers of lava deposition formed over 2000 small cone (scoria) and an 200-maar craters. During the last 4500 years, Harrah Rahat had 13 times as much as erupt with periods inter-burst average 346 years.

Last major eruption occurred on 26 June 1256, that spew 500 million cubic meters of lava through the small cone 6 for 52 days. Lava was flowing up to 23 km to the north, and almost holy city of Medina drown the low-lying indeed, if there is no miracle that makes lava flow stops when the distance to stay only 4 km from the Nabawi Mosque.

Nah, basalt, generally composed of mineral piroksen, olivin, ilmenit and feldspar. The first three minerals contain iron, but not as dominant in the portion of Fe3O4. Indeed possible minerals that mold and then the iron form Fe3O4 own, and are concentrated in mountain Magnet to generate magnetic anomaly, given the nature of Fe3O4 have ferromagnetic. However, it is difficult to be, considering the age of basalt in the vicinity of Medina is still very young, not more than 2 million years. Especially with the heat source (magma) beneath, allowing the iron exceeded the Curie point, especially when the explosion so that the nature of loss magnit power.

In 1999, Authority Saudi Geological Survey (SGS) was told with a swarm of activity (small earthquake ongoing) at the Harrah Rahat, presage a significant amount of magma rise. SGS was forced to install a number of seismometer. And in the vicinity of Medina known how actively n Harrah Rahat earthquake, associated with magma migration, and the hundreds of quake-produce small earthquake every day with the magnitude 1 - 3 Richter scale, and sometimes reach 4 the Richter Scale. Can be, magma migration earlier also penetrate to the bottom of the mountain Magnet and changes the surface contours.

Far, has never done scientific research to explain this phenomenon. Arab government seems to prefer to let the wonders of nature as a mystery. By doing so, will invite each congregation's sense of pilgrimage and Umroh who visit the Holy Land. Except I do not.

Kota Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam, Madinah Almunawarah (24° 28′ 8.21″ N 39° 36′ 24.58″ E) dikelilingi Jabal atau gunung batu.Daerah Timur diliputi jabal batu hitam bagaikan bebatuan yang terbakar matahari, Sebelah Barat, utara dan selatan nampak batu berwarna kemerah-merahan.
Batas kota Madinah disebelah selatan adalah Jabal Ayr merupakan gunung tertinggi setelah Jabal Uhud. Dalam literatur sejarah Madinah, jabal yang dikenal menyimpang sejarah diantaranya jabal uhud, jabal tsur dan jabal Ayr. Salah satu kawasan bergunung-gunung diluar kota Madinah sekitar 30 km dari kota Madinah berbatasan dengan kota Tabuk, ternyata memiliki nilai wisata yang patut dikunjungi jemaah.

Warga setempat menyebutnya Mantheqa Baidha, yang berarti perkampungan putih.
Dikawasan ini banyak yang menamai Jabal Magnet kendati tidak ada dalam literatur, namun jabal magnet menyimpan suatu misteri dan decak kagum bagi siapa saja yang berkunjung ke kawasan ini. Daya Dorong dan daya tarik magnit di berbagai bukit disebelah kiri dan kanan sepanjang jalan membuat kendaraan yang melaju dengan kecepatan 120 km perjam, ketika memasuki kawasan ini secara berlahan-lahan sekitar 5 kilo meter spidometer perlahan-lahan turun dan gigi perseneling harus diover hingga perseneling dua, namun sebaliknya jika meninggalkan kawasan ini mobil tanpa diinjak gas melaju dengan kecepatan hingga 120 km perjam.

Konon cerita, kawasan jabal magnet ditemukan disaat ada pesawat yang terbang rendah tiba-tiba speed atau kecepatannya berkurang ketika melintas diatas kawasan jabal magnet.

Jalan dari Madinah menuju kawasan jabal magnet dapat ditempuh sekitar 30 menit dan dari Madinah menuju kawasan ini kendaraan memutar balik ke kota Madinah karena kawasan tersebut merupakan jalan buntu atau tujuan akhir.***(din)

Ini adalah satu bukti kebesaran Allah. Diduga karena pengaruh bebatuan di dasar Madinah. Dibiarkan sebagai misteri untuk mengundang wisatawan.

Tidak semua jabal (gunung batu) di Arab Saudi diberi nama. Hanya tempat-tempat bersejarah saja yang diberi nama. Misalnya, Jabal Uhud, Jabal Nur, dan Jabal Tsur. Tempat-tempat itulah yang termasuk dalam kalender ziarah jemaah haji Indonesia. Namun, bagi sebagian jemaah, Jabal Magnet tak kalah penting untuk dikunjungi sebagai upaya menyaksikan bukti kebesaran Allah.

Sesuai dengan penamaannya, di tempat itu terjadi fenomena alam yang jarang ditemui di tempat lain. Yakni, terjadinya anomali magnetik dan kacaunya pengaruh gravitasi.

Bukan itu saja. Di ujung jalan yang berupa kawasan batu gersang sebagaimana kebanyakan terlihat di Arab Saudi, beberapa bukti lain saya dapatkan. Jarum penunjuk kompas menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya. Arah utara-selatan jadi kacau. Selain itu, beberapa pengunjung mengaku kehilangan data di telepon selulernya.

Dari informasi yang diperoleh, fenomena itu ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang Arab Baduy. Saat berkendara di situ, si Baduy kebelet ingin buang air kecil. Saat melaksanakan hajatnya itu, tiba-tiba mobil yang diparkirnya berjalan sendiri. Makin lama makin kencang pula. Padahal, mesin mobil dalam keadaan mati, dan di jalan datar.

Sejak saat itu, banyak warga lain yang berdatangan untuk membuktikan cerita si Baduy. Alhasil, tempat itu berkembang menjadi kawasan wisata penduduk Madinah. Saat musim haji, banyak pula jemaah haji yang menyambanginya. Pemerintah Arab lalu membangun jalan mulus untuk menuju lokasi tersebut. Di daerah yang terhitung hijau karena banyak tumbuh pohon kurma itu, juga dilengkapi dengan sarana wisata lainnya. Ada tenda-tenda untuk pengunjung, ada mobil mini yang bisa disewa untuk merasakan tarikan medan magnet itu.

Pengamat geologi Ma’rufin menuliskan, secara geologis fenomena Jabal Magnet bisa dijelaskan, karena kota Madinah dan sekitarnya berdiri di atas Arabian Shield tua (berumur 700-an juta tahun). Kawasan itu berupa endapan lava alkali basaltik (theolitic basalt) seluas 180.000 km persegi yang usianya muda (muncul 10 juta tahun silam dengan puncak intensitas 2 juta tahun silam). Lava yang bersifat basa itu muncul ke permukaan Bumi dari kedalaman 40-an kilometer melalui zona rekahan sepanjang 600 kilometer yang dikenal sebagai Makkah-Madinah-Nufud volcanic line.

Banyak gunung berapi terbentuk di sepanjang zona rekahan itu. Seperti Harrah Rahat, Harrah Ithnayn, Harrah Uwayrid dan Harrah Khaybar. Tidak seperti di Indonesia yang gunung-gunungnya berbentuk kerucut sehingga memberi pemandangan eksotis, gunung-gunung di Arab berbentuk melebar dengan puncak rendah. Kompleks semacam ini cocok disebut volcanic field atau harrah dalam bahasa Arab.

Harrah Rahat adalah bentukan paling menarik. Dengan panjang 310 km membentang dari utara Madinah hingga ke dekat Jeddah dan mengandung sedikitnya 2.000 km kubik endapan lava yang membentuk 2.000 lebih kerucut kecil (scoria) dan 200-an kawah maar. Selama 4.500 tahun terakhir, Harrah Rahat telah meletus sebanyak 13 kali dengan periode antarletusan rata-rata 346 tahun.

Letusan besar terakhir terjadi pada 26 Juni 1256, yang memuntahkan 500 juta meter kubik lava lewat 6 kerucut kecilnya selama 52 hari kemudian. Lava itu mengalir hingga 23 km ke utara, dan hampir menenggelamkan kota suci Madinah yang letaknya memang lebih rendah, jika saja tidak ada mukjizat yang membuat aliran lava berhenti ketika jaraknya tinggal 4 km saja dari Masjid Nabawi.

Nah, basalt, secara umum tersusun dari mineral piroksen, olivin, ilmenit dan feldspar. Tiga mineral pertama mengandung besi, namun tidak dalam porsi dominan seperti Fe3O4. Memang dimungkinkan mineral-mineral itu melapuk dan kemudian besinya membentuk Fe3O4 sendiri, dan terkonsentrasi di Jabal Magnet hingga menghasilkan anomali magnetik, mengingat Fe3O4 memiliki sifat ferromagnetik. Namun, itu sulit dibayangkan, mengingat umur basalt di sekitar Madinah masih sangat muda, tidak lebih dari 2 juta tahun. Terlebih dengan sumber panas (magma) di bawahnya, memungkinkan besi melampaui titik Curie, terutama saat letusan sehingga kehilangan sifat kemagnetannya.

Pada 1999, otoritas Saudi Geological Survey (SGS) sempat dikejutkan dengan adanya aktivitas swarm (gempa kecil terus-menerus) di Harrah Rahat, pertanda naiknya sejumlah besar magma. Itu memaksa SGS memasang sejumlah seismometer. Dan di sekitar Madinah diketahui betapa aktifnya kegempaan Harrah Rahat, terkait dengan migrasi magma tersebut, yang memroduksi ratusan gempa-gempa kecil tiap hari dengan magnitude 1 - 3 Skala Richter, dan ada kalanya mencapai 4 Skala Richter. Bisa jadi, migrasi magma tadi juga menyelusup ke bawah Jabal Magnet dan menghasilkan perubahan kontur permukaan.

Sejauh ini, belum pernah dilakukan penelitian ilmiah untuk menjelaskan fenomena ini. Pemerintah Arab tampaknya lebih suka membiarkan keajaiban alam itu sebagai misteri. Dengan begitu, akan mengundang rasa penasaran setiap jemaah haji dan umroh yang mengunjungi Tanah Suci. Tidak terkecuali saya.

No comments:

Post a Comment